Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi Nahwu dengan Pendekatan Struktural Fungsional di Madrasah Diniyah Pesantren Fathul Huda
sesi ujian
Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi Nahwu dengan Pendekatan Struktural Fungsional di Madrasah Diniyah Pesantren Fathul Huda
Penelitian inovatif mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi kembali hadir melalui karya Didin Rojudin yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi Nahwu dengan Pendekatan Struktural Fungsional di Madrasah Diniyah Pesantren Fathul Huda”. Penelitian ini memanfaatkan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan kuantitatif menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).
Tujuan utama dari penelitian ini adalah menciptakan media pembelajaran berbasis aplikasi digital yang mampu mempermudah siswa mempelajari ilmu nahwu dengan lebih efektif dan efisien. Pendekatan struktural fungsional digunakan untuk memberikan pemahaman yang mendalam terhadap hubungan antar elemen dalam tata bahasa Arab dan fungsinya dalam komunikasi sehari-hari.
Hasil Penelitian:
1. Model ADDIE dalam Pengembangan Aplikasi:
Analysis: Mengidentifikasi kebutuhan siswa dan guru di madrasah Diniyah terhadap media pembelajaran modern.
Design: Merancang fitur interaktif seperti modul nahwu, latihan soal adaptif, dan evaluasi otomatis.
Development: Membangun aplikasi yang mudah digunakan dan berbasis teknologi terkini.
Implementation: Menerapkan aplikasi pada pembelajaran di Madrasah Diniyah Pesantren Fathul Huda.
Evaluation: Melakukan uji coba dan perbaikan aplikasi berdasarkan feedback dari siswa dan guru.
2. Pendekatan Kuantitatif:
Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui tes dan angket untuk mengukur efektivitas aplikasi terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang ilmu nahwu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa setelah menggunakan aplikasi ini.
Keunggulan Aplikasi:
Interaktif: Menyajikan materi nahwu dengan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami.
Evaluasi Mandiri: Fitur otomatis untuk mengukur kemajuan siswa.
Kontekstual: Menghubungkan konsep nahwu dengan situasi kehidupan nyata, sesuai dengan pendekatan struktural fungsional.
Didin Rojudin menyampaikan, "Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran ilmu nahwu di pesantren, menjadikan pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan zaman digital."
Kesimpulan:
Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi dengan pendekatan struktural fungsional mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Aplikasi ini juga mendapat apresiasi dari kalangan pendidik karena mampu menjembatani pembelajaran tradisional dengan teknologi modern.