BERITA SANDWICH : 30 HARI SIT IN CLASS DI LIPIA

FOTO BERSAMA DOSEN DAN MAHASISWA LIPIA
BERITA SANDWICH : “30 HARI SIT IN CLASS DI KAMPUS LIPIA”
Jakarta, Indonesia - Menghadiri kampus lain bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga mengenai memahami budaya dan pengalaman hidup baru. Berikut sekilas tentang pengalaman beberapa mahasiswa yang mengikuti pembelajaran atau sit in class di kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab atau biasa disingkat dengan LIPIA yang berada di Jakarta Selatan. Nama aslinya adalahمعهد العلوم الإسلامية والعربية في إندونيسيا(Ma'had al-ʻulum al-Islamiyyah wal 'arabiyah fi Indunisia) atau dalam bahasa Inggris:Islamic and Arabic College of Indonesia adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu tentang agama Islam dan bahasa Arab yang berada di bawah naunganUniversitas Islam Imam Muhammad bin SaudRiyadh, Arab Saudi.
Semua perkuliahan yang diajarkan di LIPIA disampaikan dalambahasa Arabdan sekitar 90 % pengajarnya berasal dari Arab Saudi. Lembaga ini memiliki standar penerimaan yang sangat tinggi, di mana hanya 200 siswa yang diterima dari 4000 lebih pelamar. Begitu mereka diterima, mereka tidak perlu membayar uang sekolah, bahkan mereka diberi tunjangan bulanan.
Di kampus LIPIA ini terdapat program persiapan bahasa (i’dad lughowi) serta program perkuliahan, program i’dad lughowi dilaksanakan selama 4 mustawa/semester selama 2 tahun, adapun program perkuliahan dilaksanakan sama seperti kampus dalam negeri pada umumnya yaitu selama 4 tahun. Program perkuliahan terdiri dari 3 jurusan, yaitu: 1) Syari’ah; 2) Bahasa (Lughah); dan 3) Manajemen Keuangan dan Ekonomi Islam (Idary).
Pembelajaran di kampus LIPIA ini dilaksanakan dengan menggunakan bahasa Arab secara penuh, karena para dosennya merupakan dosen-dosen asli dari King Saud University. Meskipun terdapat beberapa dosen dalam negeri namun proses pembelajaran tetap menggunakan bahasa Arab secara penuh. Kegiatan pembelajaran antara ikhwan dan akhwat dilaksanakan secara terpisah. Lingkungan seperti ini tentu sangat berpengaruh besar terhadap penguasaan bahasa Arab itu sendiri. Para mahasiswa secara tidak langsung dituntut untuk harus bisa berbahasa Arab dalam keempat keterampilan yaitu istima’ (menyimak), tahadduts (berbicara), qiroah (membaca), dan kitabah (menulis).
Mengikuti pembelajaran di kampus ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademis, tetapi juga memberikan perspektif global yang lebih dalam. Ini adalah peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman tentang perbedaan budaya, memperdalam toleransi, dan mempersiapkan diri untuk dunia yang semakin terhubung.
Program sandwich ini memberikan dukungan untuk mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Arab. Kampus asal mahasiswa memberikan bimbingan, arahan dan kegiatan-kegiatan yang mendorong para mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Arab, sementara LIPIA menyambut hangat dan memberikan mentoring serta pelayanan yang terbaik untuk mahasiswa program sandwich demi kelancaran kegiatan yang dilaksanakan selama program sandwich ini berlangsung.
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diberikan kesempatan sitting class (ikut serta dalam pembelajaran di kelas) pada program i’dad lughowi mustawa 3 dan 4. Pembelajaran dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 11.50 WIB (khusus hari Jumat sampai pukul 11.30) yaitu terhitung sebanyak 5 jam pelajaran.
Berikut ini suasana pembelajaran di kelas bersama Dr. Ibrahim pada mata kuliah Qiroah mustawa 3. Pada kesempatan ini para mahasiswa LIPIA sedang melaksanakan tugas kuliah mereka, yaitu mereka diminta untuk mengadakan masrahiyyah/penampilan drama berbahasa Arab. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menampilkan kreativitas mereka masing-masing untuk berperan dalam drama yang mereka tampilkan, kemudian memetik hikmah dari apa yang sudah mereka tampilkan.