PRESENTASI HASIL RISET #02 MAHARAH QIROAH LEARNING STRATEGY

Sarah Almaulidia, menyampaikan hasil risetnya pada rangkaian field study Malaysia tentang Strategi Pembelajaran Maharah Qira'ah di Pesantren Tradisional. menurutnya
Di era modern ini, pendidikan pesantren menjadi pilihan mayoritas muslim yang menyadari bahwa sangat perlu menyiapkan generasi yang dekat dengan al Quran dan agama. dan karena bahasa al Quran dan agama adalah bahasa Arab, maka pendidikan di pesantren menjadi tujuan utama pula dalam peningkatan kemampuan bahasa Arab peserta belajar. di Indonesia beragam typologi pesantren; Ada Pesantren Modern dan pesantren tradisional. pesantren Fathul huda menjadi sampel dari penelitian sarah Almaulidia dimana ia merupakan salah satu pesantren yang masih menggunakan strategi tradisional meski di era modern ini. Maharah Qira'ah adalah salah satu dari empat keterampilan belajar bahasa arab. Fathul huda menggunakan kitab kuning untuk pembelajaran maharah qira'ah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pembelajaran maharah qira'ah di Pondok Pesantren Fathul Huda.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Strategi pembelajaran qiraah di pesantren tradisional fathul huda dilakukan dengan :
1. Menghafal
2. Bandongan
3. Sorogan
4. Bahsul Masail
Strategi yang dilakukan tersebut mencakup Kegiatan menerjemahkan, analisis tata bahasa, semantik dan morfologi.
Kiai (Guru) dan santri tidak hanya membaca teks, tetapi mereka memberikan interpretasi isi buku. Di era modern ini, ada potensi penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Mereka dapat menggunakan rekaman audio, video tutorial, atau teks digital untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca kitab kuning dan meningkatkan kualitas pembelajaran maharah qiraah di pesantren tradisional fathul huda.